Lebih dari 20.000 jamaah memadati Lapangan Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga untuk menggemakan Sholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf atau sering disebut Habib Syceh bin AA dalam Gema Dzikir dan Sholawat sebagai Puncak Harlah GP. Ansor ke 77.
Dalam rangka Harlah GP. Ansor ke 77 ini, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purbalingga dan Pimpinan Anak Cabang Gp. Ansor Karangnyar bekerja sama dengan Jama'ah Rutin Simtudduror Lintas Daerah (Jamrud Lider) Purbalingga-Banjarnegara menyelenggarakan Gema Dzikir dan Sholawat bersama Habib Syech di Lapanga Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar pada tanggal 17 Mei 2011.
Gema Dzikir dan Sholawat ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang GP. Ansor Purbalingga dalam memperingati Harlah GP. Ansor ke 77 yang diantaranya adalah Pembentukan Jama'ah Dzikir Rijaalul Ansor pada tanggal 17 April 2011 dan dilanjutkan dengan Istighotsah Perdana pada tanggal 03 Mei 2011, Pelaksanaan Donor Darah pada tanggal 24 Mei 2011, dan Sema'an Alqur'an 30 Juz pada tanggal 17 Mei 2011.
Acara yang dihadiri oleh Para Habaib, Ulama dan puluhan ribu jama'ah dari berbagai daerah di wilayah Jawa Tengah, antara lain dari Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Tegal, Pemalang bahkan Kudus ini berlangsung cukup hidmat mulai pukul 19.30 BBWI walaupun sempat diguyur hujan beberapa saat pada pertengahan acara, namun tidak menggoyahkan semangat para jamaah untuk terus melantunkan bait-bait sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang dipimpin oleh Habib Syech bin AA dengan iringan Jamaah Rebana Ahbabul Musthofa dari Kudus
"Acara ini bertujuan untuk mempertahankan ajaran Ahlussunah Wal Jama'ah yang diwariskan para kiai, ulama dan
habaib," demikian menurut Ulil Archam, SE dalam sambutannya sebagai Ketua PC. GP. Ansor Purbalingga.
Disamping itu, Ulil juga memohon kepada para jamaah dan khususnya pada Habib Syech agar memberi dorongan semangat, doa dan petuah-petuah bijaknya agar Ansor tetap istiqomah berjuang menegakkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdiyah dibawah bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama mensukseskan terselenggaranya kegiatan ini dan mohon maaf apabila dalam pelaksanaanya, kegiatan ini masih banyak kekurangan, semoga apa yang telah kita berikan untuk kegiatan ini senantiasa mendapatkan ridlo dan barokah dari Alloh SWT, " kata In'am Birohmatillah sebagai Ketua Panitia Gema Dzikir dan Sholawat.
Lebih lanjut, Ketua Panitia menyampaikan Acara ini terselenggaran berkat dukungan penuh dari berbagai pihak, diantaranya dari Warga Nahdliyyin Kecamatan Karanganyar sebagai penyokong dana terbesar untuk kegiatan ini, disamping itu juga dibantu oleh para donatur di wilayah Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya termasuk para anggota Jamrud Lider pimpinan Habib Ali Al Qutban, Pemkab Purbalingga beserta jajaran Muspida lainnnya dan Muspika Kecamatan Karanganyar
Dalam segi pengamanan, Satkorcab Banser Purbalingga memberikan support penuh dengan menurunkan sekitar 200 personilnya sebagai pengamanan swakarsa, disamping Pengamanan Formal dari Satuan Polres Purbalingga yang menerjunkan sekitar 100 personil anggotanya.
Selesai melantunkan sholawat, Habib Syech menyampaikan ceramahnya. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan bahwa Ansor adalah Nahnu Ansorullah Barisan penolong agama Allah.
"Jadi, Ansor bukan penolong partai A, partai B, atau penolong manusia. Oleh karenanya Ansor harus tetap berpegang pada ajaran ahlussunah wal jamaah," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa NU organisasi keagamaan yang berada di mana-mana tetapi tidak kemana-mana. Tidak berada di Partai A, B dan lainnya. Habib juga berharap bahwa pemimpin-pemimpin masyarakat baik dari tingkat RT, RW, bahkan sampai yang tertinggi Presiden berasal dari NU, tetapi mengingatkan jangan sampai menjadikan NU sebagai kendaraan untuk kepentingan sesaat.
Menyikapi golongan yang senang membid'ahkan ajaran Aswaja baik itu tahlil, sholawat ia berpesan biarkan saja mereka dan tidak perlu diladenin. "Karena ngurusi orang-orang seperti itu tidak akan selesai bahkan nanti kita jadi bodoh sendiri," tandasnya
Di akhir ceramahnya ia memimpin doa bersama-sama untuk kepentingan masyarakat, negara dan bangsa. "Semoga kita semua dimudahkan segala urusannya baik urusan dunia maupun urusan akhirat, amiin".